kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Madura, Indonesia

+62 324 322 868

Detail Berita

Pelatihan Budidaya Cacing Sutra Modern 2018, Tidak Becek, Tidak Bau dan Prospektif1

Tidak Becek, Tidak Bau dan Prospektif

Pengembangan budidaya air tawar berjalan dengan pesat di Kabupaten Pamekasan disebabkan tingkat kepercayaan masyarakat dan permintaan ikan air tawar semakin meningkat, seiring dengan perkembangan tersebut maka kebutuhan benih makin meningkat, sementara supply pakan alami berupa cacing sutera 

 

 

yang merupakan pakan utama larva/benih lele belum tersedia secara memadai, oleh sebab itu sangat perlu untuk diusahakan ketersediaannya secara berkesinambungan.

Bertempat di aula Balai Benih Ikan (BBI) Teja Timur, Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan menggelar kegiatan pelatihan budidaya cacing sutra pada hari Rabu, 21 Pebruari 2018. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya mendorong kesuksesan usaha pembenihan perikanan air tawar, utamanya usaha pembenihan ikan lele. Stok benih ikan lokal yang lebih diminati pembudidaya ikan, walaupun harganya relatif lebih mahal daripada benih yang didatangkan dari luar Pamekasan, ketersediaannya belum mampu memenuhi permintaan benih yang terus bertambah dari hari ke hari.  Hal ini terjadi utamanya karena terkendala oleh pasokan pakan benih, yaitu cacing sutra yang tidak menentu. Oleh karena itu, kepala Dinas Perikanan Pamekasan, Ir. Nurul Widiastuti, dalam kata sambutannya menyatakan optimis bahwa melalui kegiatan budidaya cacing sutra modern ini dapat mendongkrak usaha pembenihan dengan semakin banyak bermunculan Usaha Pembenihan Rakyat (UPR) baru di Pamekasan. Lebih jauh Kepala Dinas Perikanan Pamekasan berharap ke depan, BBI Teja Timur, melalui sukses budidaya cacing sutra ini nantinya bisa menjadi pioner sekaligus memberikan pembinaan kepada UPR–UPR yang bermunculan di tengah–tengah masyarakat tersebut.

Sejalan dengan optimisme kadis perikanan diatas, narasumber kegiatan yang merupakan praktisi cacing sutra di kota Kediri meyakinkan peserta bahwa usaha budidaya cacing sutra yang selama ini identik dengan bau, becek, kotor, belepotan lumpur dan sebagainya sehingga tidak layak serta dipandang sebelah mata sebagai lahan penghidupan atau lahan bisnis berubah  menjadi usaha modern, mudah, dan cukup prospektif untuk menghasilkan uang.

Dengan langsung mencontohkan teknis budidaya cacing sutra yang telah ditekuni dengan cara trial and error selama kurun waktu kurang lebih 7 tahun, kedua narasumber yang merupakan sepasang suami istri, Eva kristina Winata dan Bahrudin, atau lebih di kenal Ibu Eva dan Pak Udin ini terus dicecar berbagai pertanyaan oleh peserta, baik pada sesi pemaparan teori budidaya, terlebih pada saat sesi praktek yang berlangsung di kolam budidaya cacing sutra yang telah disiapkan sebelumnya.

Peserta kegiatan pelatihan budidaya cacing sutra kali ini berjumlah 40 orang. Mayoritas adalah pelaku usaha pembenih ikan, baik yang tergabung dalam pokdakan maupun  mandiri yang tersebar di berbagai daerah pamekasan. Para peserta sebenarnya telah banyak tahu tentang cacing sutra berikut media dan habitat hidupnya. 

Terdapat beberapa orang peserta yang terkenal sebagai pebisnis cacing sutra sekaligus pemburu cacing sutra di alam. Bahkan mereka berburu cacing sutra hingga ke luar daerah Pamekasan seperti ke kabupaten Sumenep, Sampang dan Bangkalan karena memang hasilnya sangat menggiurkan. Bayangkan satu (1) kaleng susu kemasan 300 gram cacing sutraseharga Rp. 50.000. Maka wajar apabila kegiatan pelatihan budidaya cacing sutra modern ini menjadi sangat menarik untuk dilirik sebagai suatu bisnis yang bisa berdampingan dengan usaha pembenihan ikan.

sumber : http://perikanan.pamekasankab.go.id/pelatihan-budidaya-cacing-sutra-modern-2018.html