kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

PEMKAB PAMEKASAN SIAPKAN PASAR TANGGUH BENCANA KETIGA

Pemkab Pamekasan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur berusaha maksimal untuk melindungan masyarakatnya dari segala bentuk bencana, termasuk bencana covid-19.

Salah satu usaha yang sedang digalakkan oleh pemerintah daerah berupa peresmian pasar tangguh bencana (pastana) ketiga di pasar tradisional Waru Kecamatan Waru. Sementara pastana pertama dan kedua adalah pasar Kolpajung dan pasar 17 Agustus yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

"Untuk pastana ketiga menyusul di Kecamatan Waru, kita masih menjajaki kemungkinannya karena letaknya yang semrawut. Kita harus mengatur dulu," ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, Sabtu (11/9/2021).

Dikatakan, pihaknya belum bisa memastikan rencana peresmian pastana lantaran tengah mempersiapkan persoalan teknis yang ada di lapangan. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan akan ada pastana kembali setelah peresmian pasar Waru tersebut.

"Karena program ini berkelanjutan, jadi tidak berhenti sampai di situ. Kami akan koordinasi dengan Disperindag (dinas perindustrian dan perdagangan) juga," tandasnya.

Budi melanjutkan, pada dasarnya pasar tangguh bencana (pastana) itu bukan terbatas untuk penanganan covid-19 saja. Melainkan segala bentuk bencana masuk dalam program itu guna memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesiagaan menghadapi bencana.

"Mengetahui resiko-resiko terdampak yang mungkin akan terjadi. Ya sekarang covid-19, tapi bencana itu kan tidak hanya covid-19. Kita mau mengedukasi masyarakat," ujarnya.

Dia berharap, pedagang atau pengunjung pasar tangguh bencana (pastana) dapat mematuhi protokol kesehatan (prokes). Yakni memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk pasar, dan melewati bilik disinfektan di pintu utama pasar. Hal itu dilakukan untuk memutus penyebaran covid-19.