kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

BUPATI TEPATI JANJI, PENJAGA MAKAM DI PAMEKASAN DIBERI GAJI PERBULAN

Pemkab- Pamekasan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur memiliki kepedulian tinggi terhadap para penjaga makam dengan memberikan honor Rp 350 ribu setiap bulan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Zaini mengungkapkan, penerima insentif khusus penjaga makam tersebut sebanyak 35 orang sesuai dengan data yang ada. Mengingat, tidak semua makam di daerahnya ada petugas penjaganya.

"Kan tidak semua makam dijaga, yang dijaga itu misalnya seperti asta Rabah, asta Bagandan, asta Ronggosukowati, asta Batu Ampar dan lain-lain. Hanya sebagian yang dijaga, itu kita kasih gaji perbulan," ungkapnya, Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, pemberian gaji untuk para penjaga makam tersebut sesuai janji politik Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam yang akan memberikan insentif bagi mereka. Sebab, selama ini mereka tidak pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

"Gajinya memang sedikit, tetapi itu kan tidak dijaga 24 jam, hanya kadang menyapu pagi saja, setelah itu pulang. Ini bentuk perhatian dan apresiasi dari pemerintah daerah," tandasnya.

Mantan Kabag Kesra Pemkab Pamekasan itu menegaskan, program itu sudah terealisasi sejak tahun 2019 yang dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah bagi penjaga makam.

"Kita mengapresiasi, memberikan penghargaan bagi mereka atas pengabdiannya terhadap situs, para tokoh Pamekasan," ungkapnya.

Pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga situs bersejarah yang telah berkontribusi besar terhadap berdirinya serta pengembangan Kabupaten Pamekasan.

"Artinya kita ingin menyampaikan pesan bahwa tokoh-tokoh yang memiliki peran penting di Pamekasan itu dihargai. Jangan dilihat nominalnya, tapi bagaimana pemerintah memberikan apresiasi. Karena pemerintahan sebelumnya tidak, itu murni saat pemerintahan Bapak Bupati Baddrut Tamam," pungkasnya.