kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

MAS TAMAM MOTIVASI PESERTA WUB DI ACARA MILLENIAL TALENT HUB

Pemkab Pamekasan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar millenial talent hub (MTH) bertempat di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (13/10/2021) sore.

Acara yang dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSP Naker) itu bertujuan untuk memotivasi anak-anak muda untuk menjadi pengusaha sukses. Terutama mereka yang telah mengikuti program wirausaha baru (WUB).

Millenial Talent Hub yang diikuti oleh peserta WUB tersebut dilaksanakan secara virtual dari 13 kecamatan dengan pemateri Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, dan Rian Herviansyah dari Jakarta. Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala DPMPTSP Naker, Supriyanto, dan Plt Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Abd. Fata.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam pada kesempatan tersebut menyampaikan, untuk menjadi pengusaha bukanlah pekerjaan yang mudah, melainkan harus bekerja luar biasa dan memberikan yang terbaik atas produk yang dihasilkan. Karena, terjun di dunia usaha itu harus mampu berkompetisi secara dinamis.

"Mengibarkan menjadi pengusaha itu sama halnya dengan kita mengatakan bahwa kita ingin menjalani kehidupan yang penuh tantangan, penuh dinamika dan penuh riang gembira. Karena harus membuat orang bahagia dan nyaman ketika bermitra dengan kita," ujar bupati murah senyum tersebut.

Bupati dengan sederet prestasi ini menambahkan, setiap pengusaha harus mampu menghasilkan produk yang inovatif sesuai dengan tuntutan zaman agar mampu bersaing di pasaran. Karena model sebuah produk akan menentukan nilai jual.

"Tidak atas nama konsistensi lantas sepatu model tahun 50an dijual sekarang. Ya, tidak laku. Perlu pendekatan berkebaruan yang kita lakukan untuk melihat market. Kebutuhan pasar, keinginan pasar, model pasar, dan kemasan yang lagi trand," jelasnya.

Salah satu cara untuk menjadi pengusaha sukses harus yakin dengan apa yang dilakukannya, termasuk terhadap kepribadiannya sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain.

Orang nomor satu di bumi Gerbang Salam ini juga menceritakan perjalanannya saat berikhtiar menjadi pengusaha yang dijalaninya saat sedang kuliah di Malang. Usaha krupuk yang ia tekuni kala itu tergolong sukses lantaran mampu meraup untung sekitar Rp 2,5 juta setiap minggu. Meskipun usaha yang dijalani hasil kerja sama dengan teman akrabnya.

"Saat itu saya bersama teman saya itu punya 20 karyawan. Setiap minggu kalau ditotal itu dapatnya Rp 2,5jt. Jadi satu bulan Rp 10 juta di era awal tahun 2020. Dari itu, saya berpikir kalau bisnis itu menyenangkan," tandasnya.

Menurutnya, berbisnis tersebut harus berinovasi, ada keinginan, strategi, ada komitmen dan konsistensi. Misalnya peserta yang terjun di dunia rias, harus mampu mencari peluang, dan pasar sesuai lokasi usaha yang dijalankan.

"Nilai lebihnya apa, kemudahan orang mengakses informasi apa, kemasan, harganya berapa. Misalnya rias sekaligus terop, rias sekaligus bonus untuk rias orang tuanya dan lain-lain. Itu strategi- strategi pemasaran. Karena ketika orang nyaman, orang itu akan menjadi marketing kita," tandasnya.

Pihaknya akan senantiasa mendorong melalui program yang dicanangkan agar generasi muda di Pamekasan mampu menjadi pengusaha sukses.

"Setelah nanti sukses, ajak orang lain untuk menjadi sukses juga. Ajari teman dan tetangganya tentang ilmu menjadi sukses," ajak dia.