kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

MAS TAMAM : SELAMA SAYA JADI BUPATI TIDAK MUNGKIN ADA TOKO MODERN BARU BERDIRI

Pemkab Pamekasan- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam berkomitmen untuk tidak akan memberikan izin terhadap pendirian toko modern baru di daerahnya.

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut mengungkapkan, kebijakan yang tidak memihak terbadap para pemodal itu tentu mendapat tekanan yang luar biasa. Namun, tekanan bahkan intimidasi tersebut tetap ia hadapi demi keberpihakannya terhadap rakyat.

"Selama saya jadi bupati tidak mungkin ada toko modern baru berdiri, yang berdiri itu tidak berizin. Konsekuensinya berat pak, dan toko modern baru yang berdiri itu semuanya tanpa izin," tegasnya, Selasa (16/11/2021).

Dia menegaskan, masyarakat Pamekasan bisa menilai sendiri toko modern yang telah mengantongi izin dari pemerintah daerah atau tidak. Sebab, meskipun ada toko modern baru berdiri selama periode 2018 sampai sekarang dipastikan tidak berizin.

"Kalau ada toko modern baru berdiri pada zaman saya (bupati, red), itu tanpa izin. Rakyat bisa hitung, mana yang tidak izin, dan mana yang tidak izin. Semua tidak ada izin," tegasnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut harus ia ambil lantaran demi keberlangsungan toko-toko milik rakyat yang ada di sekitar lokasi. Mengingat, berdirinya toko modern tersebut akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

"Kenapa semua toko modern baru ini saya tidak beri izin, hasil penelitian LSI (Lembaga Surve Indonesia), satu toko modern berdiri, sepuluh sampai tiga puluh toko klontongan tutup. Kalau sampai tiga puluh toko modern berdiri, berarti sekitar tiga ratus toko klontongan tutup. Tiga ratus ini orang miskin baru nanti," jelasnya.

Mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini menambahkan, pihaknya mendirikan warung milik rakyat (wamira) mart sebagai solusi ditutupnya perizinan toko modern baru. Wamira Mart tersebut akan menjual produk lokal Pamekasan, baik produk dari wirausaha baru (WUB), atau produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) lainnya.

"Wamira Mart ini menjadi alternatif model kerja sama kemitraan antara pemerintah dengan rakyat, nanti toko klontongan yang ada kita branding, kasih tulisan, nanti ajukan untuk nanti bisa didorong mendapat bantuan etalase, serta menejemennya," tandasnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memungkasi, kemitraan strategis antara rakyat dengan pemerintah tersebut bisa mendorong kemandirian ekonomi dari UMKM milik masyarakat bumi Gerbang Salam.