kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

HARI JADI PAMEKASAN 491 BAWA SPIRIT KERJA, MAS TAMAM : TIDAK HANYA PESTA

Pemkab Pamekasan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan merayakan Hari Jadi (Harjad) Pamekasan ke 491 pada akhir November 2021 mendatang.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menginginkan, perayaan harjad tahun ini konsepnya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perayaan ini tidak hanya dirasakan oleh aparatus sipil negara (ASN), melainkan masyarakat juga merasakan adanya tasyakuran tersebut.

"Bagaimana caranya hari jadi tahun ini tidak hanya kita yang merasakan, tetapi semua masyarakat Pamekasan bisa merasakan atmosfernya," kata bupati yang akrab disapa Mas Tamam saat memberikan arahan dalam rapat persiapan hari jadi 491 di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (18/11/2021).

Bupati murah senyum ini menyampaikan, rencana pembagian makan gratis untuk para pedagang kaki lima (PKL) dan masyarakat umum tersebut harus benar-benar matang, tidak ada yang merasa dirugikan dalam kegiatan sosial itu. Sebab terkadang, hal-hal sepele akan merusak kegiatan bagus lainnya.

"Karena terkadang kita, meskipun rumahnya bagus, tapi ada genteng yang bocor satu, yang dilihat itu bocornya, bukan rumahnya," tambah dia saat rapat dengan organisasi perangkat daerah bersama event organizer harjad.

Mantan Anggota DPRD Jawa Timur dua periode ini meminta agar setiap rangkaian hari jadi memiliki kesan luar biasa kepada masyarakat, mulai PKL hingga masyarakat di tingkat desa yang tahun-tahun sebelumnya tidak pernah merasakan atmosfer tersebut.

Selain itu, lanjut dia, perayaan hari jadi tahun ini mempunya spirit bekerja bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pamekasan. Atmosfer spirit kerja itu bisa ditampilkan melalui kostum ASN yang bermakna kerja. Seperti menyingsingkan baju, dan lain-lain.

"Artinya tidak hanya pesta saja, tetapi punya makna kerja, kita bekerja. Kira-kira penampilan orang bekerja itu pakai apa, coba diatur, misalnya pakai kaos dan lain-lain, dan semua kita ini tidak ada bedanya," tandasnya.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini melanjutkan, pihaknya juga menginginkan semua seragam pejabat dan staf dalam kegiatan tersebut sama, tidak ada perbedaan kostum antara eselon II, III, dan eselon IV.

"Kita coba keluar sedikit dari kebiasaan dulu, tapi maknanya sama. Saya sebenanya juga menginginkan haul Ronggosukowati itu diletakkan di makam, kalau sekiranya tempatnya memungkinkan," tutup dia.