diskominfo@pamekasankab.go.id

Jl. Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Jawa Timur.

Detail Berita

Tips Bupati Pamekasan Membina Keluarga Harmonis

Rabu, 07 Desember 2022  81  

Pemkab Pamekasan- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam memberikan tips kepada pasangan suami istri agar tetap harmonis dalam menjalani hidup.

Menurutnya, kunci membina rumah tangga bahagia, sakinah mawaddah wa rohmah itu tidak bertengkar, karena pertengkaran di dalam rumah tangga akan memiliki dampak luar biasa, termasuk rezeki akan seret.

"Saya punya prinsip di dalam berumah tangga, keluarga bahagia itu adalah keluarga yang tidak bertengkar. Saya dengan istri, hampir tidak pernah bertengkar," katanya, selasa (6/12/2022).

Dia berujar, untuk mengantisipasi agar pasangan suami istri tidak mudah bertengkar hanya urusan sepele, yaitu saling terbuka. Ada hal yang tidak cocok dengan sang istri disampaikan tentang ketidakcocokannya tersebut, demikian juga sebaliknya. Sehingga, keduanya saling mengerti dan memahami kemauannya.

"Karena tidak ada kebaikan dalam pertengkaran itu, orang yang bertengkar itu tidak baik, dan orang yang sering bertengkar itu biasanya rezekinya jadi mampet. Jadi, membina keluarga itu jangan bertengkar," tandasnya.

Bupati murah senyum ini menyatakan, saling menghargai dan memahami menjadi kunci keluarga bahagia dan harmonis. Apabila istri capek hendaknya sang suami melakukan sesuatu yang membuat sang istri terhibur, demikian juga sebaliknya.

"Suami istri itu harus kerja sama, tujuan kerja sama itu menjaga kehormatan keluarga. Sesuatu yang jelek yang ada di istri jangan diceritakan kepada orang lain, demikian juga kejelekan suami jangan diceritakan kepada orang lain. Yang diceritakan tentang kebaikannya saja," ungkapnya.

Mantan aktivis yang sukses menjadi politisi ini menyampaikan, pasangan suami istri juga hendaknya menghormati orang tua pasangannya. Perilaku terhadap orang tua pasangannya sama halnya dengan orang tua sendiri, perilaku dan penghormatannya tidak boleh dibeda-bedakan.

"Kalau ngasih telur satu, ya harus satu juga. Kenapa sama? Karena hasil kerja bersama-sama, karena sama-sama orang tuanya juga. Bertambahnya orang tua itu, bertambahnya barokah," pungkasnya.