diskominfo@pamekasankab.go.id
Jl. Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Jawa Timur.
Disdikbud Pamekasan Sosialisasikan Pentingnya Pendidikan Karakter hingga Uji Kompetensi Al-Qur'an
Selasa, 28 April 2026 29
Pemkab Pamekasan- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur terus menggalakkan sosialisasi penanaman karakter kepada satuan pendidikan di bawah naungannya.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto menyampaikan, era ini banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadinya dekadensi moral hingga pergaulan bebas. Termasuk gadget dan media sosial.
"Kami sudah memerintahkan kabid (kepala bidang) mengaktifkan kembali sosialisasi di tingkat SMP. Karena ini yang rawan, mereka sudah memasuki tahap puber. Kemarin sudah kami laksanakan sosialisasi di SMPN 1 Larangan," katanya, Selasa (28/4/2026).
Dikatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan unit PPA Polres Pamekasan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan di dunia pendidikan. Supaya siswa dan warga sekolah secara umum dapat memahami bahaya dan resiko yang akan dialami.
"Kami juga melakukan uji kompetensi baca Al-Qur'an untuk anak-anak SD sesuai dengan perda tentang wajib baca Al-Qur'an. Itu tidak hanya sebuah wacana dan regulasi, tetapi kami sudah memulai. Sehingga anak-anak itu tidak hanya pintar ilmu umum tapi basis agamanya juga kuat," tandasnya.
Mantan Kepala Disperindag Pamekasan ini berkeinginan kuat membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di daerahnya melalui tambahan jam pelajaran khusus Al-Qur'an dan bahasa daerah.
"Apalagi Pak Bupati kapan hari menyampaikan bagaimana Pamekasan ini tidak hanya kota pendidikan dan kota batik, tetapi juga kota Al-Qur'an ," ungkapnya.
Dia menghimbau orang tua berpartisipasi aktif memantau perkembangan dan pergaulan anaknya di rumah. Sebab, lingkungan keluarga menjadi penentu terhadap tumbuh kembangnya anak.
"Tanggung jawab untuk anak-anak itu bukan an sich tugas pemerintah kabupaten, dalam hal ini dinas pendidikan. Karena pola asuh anak itu hanya sebagian kecil mereka di sekolah, maksimal enam jam. Kalau di sekolah sudah di bawah pengawasan para guru," katanya.
Dia menjelaskan, sebagian besar pola asuh anak ada di lingkungan keluarga dengan durasi waktu hampir 16 jam. Oleh karena itu, orang tua wajib meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Karena sekolah tidak mungkin mengawasi mereka hingga ke rumahnya masing-masing.
"Perlu orang tua memahami bagaimana dia berteman dengan teman-temannya di lingkungan sekolahnya dan di lingkungan masyarakat. Apalagi di era kemajuan, berkembangnya teknologi ini," jelasnya.
Dia menyampaikan, era ini anak-anak dengan mudah berselancar di media sosial dengan bebas tanpa batas ruang dan waktu, tentu dengan menu sesuka hati. Hal itu menjadi salah satu faktor penyebab sulitnya pengawasan terhadap anak.
"Tidak bisa kita pungkiri ada hal yang positif, tapi perlu diwaspadai juga hal-hal yang negatif. Bagaimana kemungkinan mereka larut game, judi online, terpapar paham radikalisme, atau konten-konten pornografi. Itu kita tidak bisa menyangkal. Makanya melalui orang tua bagaimana anak bijak bermedsos," pungkasnya.
BERITA LAINNYA
Hari Otonomi Daerah, Mendagri Tekankan Inovasi Daerah
Senin, 27 April 2026
Dinsos Pamekasan Bantah Pembelian iPad Capai Rp 50 Juta
Minggu, 26 April 2026
Satpol PP Pamekasan tak Tebang Pilih Razia Tempat Kos
Jumat, 24 April 2026
Santri Pamekasan Wakili Indonesia di Event Dunia, Bupati : Saya Sangat Bangga
Senin, 20 April 2026
Pemkab Pamekasan Seriusi Program Pengelolaan Sampah Modern Berkelanjutan
Kamis, 09 April 2026