kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

RKH HAMID HASAN : BUPATI PAMEKASAN INI ORANG TUA KITA BERSAMA

Pemkab Pamekasan- Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Hasan Desa Srambah Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, RKH Hamid Hasan menyampaikan pentingnya bahu membahu antara pemerintah dengan ulama dalam membangun negara.

Menurutnya, salah satu indikator majunya sebuah daerah bisa dilihat dari sistem pendidikan serta karakter bangsanya di daerah tersebut. Karena sejatinya, pendidikan itu harus disertai kualitas ilmu dan akhlak yang baik.

"Kota, negara dan bangsa tidak akan maju tanpa orang-orang yang berilmu dan berakhlak sebagaimana disampaikan ulama , yaitu berilmulah sebelum melangkah, menjadi cerdas dan berkarakter adalah tujuan utama sebuah pendidikan," katanya saat peresmian Pesantren Tangguh Bencana (pastana) beberapa waktu lalu.

Dikatakan, peresmian santana di pondok pesantren Al Hasan menjadi kebanggaan tersendiri. Karena hakikatnya ulama dan umaro (pemerintah, red) harus saling bekerja sama dalam membangun sebuah daerah agar menjadi baldatun toyyibatun warobbun ghafur.

"Saya sangat bangga atas kehadiran bapak bupati ke pesantren ini, karena ulama dan umaro itu harus andil dalam bidang apapun. Utamanya dalam bidang pendidikan, kita sebagai keluarga pondok pesantren diajarkan untuk selalu patuh aturan pemerintah," tandasnya.

Lora muda ini menjelaskan sebuah ayat yang mengandung perintah untuk mentaati Allah, rasul dan pemerintah di daerah tersebut. Oleh karena itu, mentaati pemimpin merupakan perintah Allah SWT.

"Jadi mau tidak mau beliau (Bupati Pamekasan, red) adalah orang tua kita. Kita semua ini, termasuk pesantren adalah anak bupati, bupati ini banyak anaknya meskipun istrinya satu," katanya dalam bahasa Madura yang disambut tepuk tangan oleh masyarakat yang ada di lokasi.

Pesantren memiliki tanggungjawab besar dalam membentuk peserta didik yang agamis dan nasionalis. Selain agamis dan nasionali, pesantren yang dipimpinnya saat ini memiliki iktikad kuat membentuk santri yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

"Pondok pesantren Al Hasan ini memang tidak terlalu lama berdiri, tapi kita punya semangat untuk membentuk santri yang nasionalis dan agamis. Maka dari itu, saya sebagai ketua yayasan selalu semangat. Hukum agama saja bisa berubah akibat perubahan zaman, apalagi kita tidak mau berubah dengan perubahan zaman," tegasnya.

Dia memungkasi, pemerintah dan ulama juga harus bekerja sama dalam menegakkan amar ma ruf dan nahi mungkar dengan cara yang makruf demi mendidik ummatnya sesuai dengan perintah agama.