kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

MAS TAMAM : DULU KITA TIDAK MEMBAYANGKAN BISA PRODUKSI SONGKOK PAMEKASAN

Pemkab Pamekasan- Program sepuluh ribu pengusaha baru (sapu tangan biru) melalui wirausaha baru (WUB) gagasan Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur telah terealisasi dengan baik. Masyarakat yang dilatih mampu memproduksi sesuai pelatihan yang diambilnya.

Seperti pelatihan cara membuat songkok, sepatu, sandal, sarung, camilan, serta pelatihan lainnya yang disediakan oleh pemerintah kabupaten (pemkab) guna merealisasikan program sapu tangan biru tersebut.

Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, melainkan membantu alat produksi melalui dana corporate social responsibility (CSR), memberikan bantuan modal dengan bunga nol persen selama satu tahun, hingga fasilitasi pemasaran, baik offline maupun online sesuai dengan tuntutan zaman.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, program itu untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui strategi desa tematik dengan cara menggali potensi desa masing-masing. Program tersebut saat ini telah berjalan dengan baik hingga fasilitasi pemasarannya melalui warung milik rakyat (wamira) mart.

Menurutnya, sebagian masyarakat Pamekasan sedari awal tidak yakin program itu akan terlaksana. Namun, kenyatakannya ribuan pemuda, baik laki-laki atau perempuan telah selesai dilatih. Bahkan, sudah bisa memproduksi songkok, sarung, sepatu, dan lain-lain.

"Songkok yang saya pakai ini merk Pamekasan, dari dulu tidak ada yang membayangkan kita punya songkok yang begini. Yang membayangkan kita punya sarung Pamekasan tidak ada, tapi sekarang sudah ada," ujar bupati dengan panggilan Mas Tamam tersebut, Rabu (17/11/2021).

Dia menambahkan, program itu berjalan lantaran kerja keras pemerintahan yang berkomitmen memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui program yang memihak untuk kesejahteraan mereka.

Guna meningkatkan penjualan produk lokal tersebut, dirinya dalam waktu dekat akan memerintahkan kepada semua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pamekasan untuk membeli produk WUB atau UMKM. Seperti sepatu batik dan keperluan rumah tangga lainnya.

"Sebentar lagi, dalam waktu yang tidak lama saya wajibkan seluruh ASN wajib pakai sepatu batik produk UMKM," tegasnya.

Selain itu, dirinya telah mewajibkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) membeli produk UMKM untuk konsumsi rapat, dan kebutuhan lain agar perputaran uang kembali kepada masyarakat atau pelaku usaha rumahan di daerahnya.

"Jadi, rapat minumnya pokak, terus yang dimakan produk UMKM. Setelah itu kita akan dorong seluruh ASN dalam sebulan sekali harus belanja di UMKM. Minimal di warung tetangga kita," pungkasnya.