kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

HARI GURU NASIONAL KE-27, PEMKAB PAMEKASAN LAUNCHING PROGRAM SAGU SABU

Pemkab Pamekasan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar acara peringatan hari guru nasional ke 27 di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Kamis (25/11/2021).

Pada acara yang dihadiri langsung Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Sekretaris Daerah, Totok Hartono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Akhmad Zaini, Kepala Perpusataan dan Kearsipan, Prama Jaya, serta Kepala Kemenag Pamekasan, Afandi tersebut juga meresmikan program satu guru satu buku (sagu sabu) menuju Pamekasan sebagai kabupaten literasi.

"Acaranya luar biasa, muatan di dalamnya padat sekali, setiap kata yang disampaikan pak kadis dan diksi yang dipilih di benner ini luar biasa, tidak mudah. Satu guru, satu buku," kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengawali sambutannya.

Dia menegaskan, program itu harus menjadi gerakan bersama antara semua stake holder hingga sekolah di bawah naungannya. Tidak hanya ada peresmian tanpa realisasi yang jelas sesuai target yang dicanangkan dalam program tersebut.

"Satu guru satu buku ini mudah-mudahan tidak hanya dilaunching, tetapi bagaimana menjadi gerakan bareng-bareng. Mudah-mudahan pendidikan bisa terus maju, dan guru-guru kita menjadi teladan, menjadi inspirasi bagi seluruh generasi," harapnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini menambahkan, peringatan hari guru senantiasa menjadi refleksi bagi semua orang yang terlibat dalam dunia pendidikan demi kemajuan bangsa dan negara. Mengingat, pendidikan berdampak besar terhadap keberlangsungan hidup sebuah bangsa.

Dia menegaskan, guru dan pengelola pendidikan harus mempunyai niat tulus mendidik generasi masa depan. Sebab, generasi masa depan bangsa ini, dan Pamekasan secara khusus dapat dilihat dari kualitas generasinya saat ini. Tentu, pembentukan kualitas generasi tersebut ditentukan oleh pendidikan.

"Di beberapa kesempatan saya selalu menyampaikan, ini bukan soal guru ASN atau non ASN, jangan main-main dengan pendidikan. Siapa yang bermain-main dengan pendidikan akan berdampak luar biasa, tidak hanya untuk perjalanan pendidikan itu sendiri, tetapi bagi perjalanan bangsa dan negara," tegasnya.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini menambahkan, pendidikan tidak sekadar transfer of knowledge kepada peserta didik, melainkan transfer of value merupakan hal yang sangat penting untuk masa depan bangsa ini.

"Bukan soal ilmu pengetahuan saja yang ingin kita transformasikan, tetapi nilai, attitude, akhlakul karimah, prilaku, watak dan sumber-sumber lain yang juga harus ditransformasikan oleh guru," katanya mengingatkan.

Dia juga menyampaikan, target Pamekasan sebagai kabupaten literasi membutuhkan gerakan bersama untuk mewujudkannya. Karena realisasinya tidak semudah mengucapkannya.

"Atmosfer literasi itu harus diciptakan, karena menulis itu bukan pekerjaan sederhana. Harus fokus sesuai dengan apa yang mau ditulis," pungkasnya.