kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Madura, Indonesia

+62 324 322 868

Detail Berita

Pamekasan Masuk Tiga Besar Lomba Paramedis Puskeswan

PAMEKASAN– Prestasi Pamekasan di sektor kesehatan hewan cukup membanggakan. Tahun ini Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan masuk nominasi tiga besar Lomba Paramedis Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Pada 2016, Pamekasan meraih juara satu.

Untuk menentukan juara, tim penilai dari provinsi melakukan penilaian lapangan ke Puskeswan Waru Kamis (20/7). Penilaian dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangam berkaitan dengan layanan kesehatan hewan.

Sebelum melakukan penilaian, tim disambut Wabup Pamekasan Khalil Asy’ari di Peringgitan Dalam Pandapa Bupati. Khalil menyampaikan selamat datang kepada tim penilai petugas paramedis puskeswan. Penilaian diharapkan memotivasi dan meningkatkan kinerja petugas kesehatan hewan.

TELITI: Tim penilai dari provinsi melakukan pengecekan ternak sapi di Kecamatan Waru Kamis (20/7).

TELITI: Tim penilai dari provinsi melakukan pengecekan ternak sapi di Kecamatan Waru Kamis (20/7).

 

 

Kepada tim penilai, Wabup menjelaskan potensi peternakan di Pamekasan dengan sapi Madura sebagai unggulan. Warga Pamekasan gemar beternak karena sudah menjadi budaya lokal. ”Sapi Madura merupakan sumber daya genetis dan sudah diakui sebagai plasma nutfah yang menjadi ikon dan identitas masyarakat Madura,” jelasnya.

Kepala DKPP Pamekasan Bambang Prayogi menyampaikan, untuk mengikuti kompetisi tersebut, pihaknya mengajukan profil ke provinsi untuk dinilai secara administratif. Provinsi menentukan tiga nominasi. Dari penilaian tersebut, Pamekasan masuk tiga besar.

Paramedis kesehatan hewan yang masuk nominasi yaitu Rahmatullah, S.Pt. Dia merupakan petugas paramedis Puskeswan Pos IB Wilayah Satu Waru. Dia memberikan pemaparan kepada juri yang datang dari provinsi.

Jika meraih juara satu, tahun depan Rahmat akan diikutkan lomba tingkat nasional. ”Semoga tahun ini kami kembali berhasil meraih juara satu mempertahankan prestasi sebelumnya,” harapnya.

Tim penilai Drh. Wemmi Niamawati, M.MA menjelaskan, penilaian dilaksanakan untuk menyeleksi dan menentukan juara. Pamekasan harus bersaing dengan dua kabupaten lainnya di Jawa Timur yaitu Bondowoso dan Lumajang. ”Kami seleksi mana yang lebih layak,” ujarnya.

Di lapangan, laporan tertulis yang dikirim DKPP ke provinsi dikroscek oleh tim penilai. Para peternak ditanya mengenai layanan puskeswan. Dari hasil testimoni, peternak mengaku puas dan mengapresiasi layanan Puskeswan Waru.

”Pak Rahmat sigap memberikan layanan kepada peternak ketika ada hewan ternak yang mengalami gangguan penyakit. Bahkan malam-malam Pak Rahmat rela datang ke rumah peternak,” tutur Ahmad, peternak asal Kecamatan Waru.