diskominfo@pamekasankab.go.id

Jl. Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Jawa Timur.

Detail Berita

Bupati Pamekasan : Saya Harus Jadi Negarawan

Rabu, 16 November 2022  62  

Pemkab Pamekasan- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengajak pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat untuk senantiasa menjaga komitmen pengabdiannya kepada agama, bangsa, dan negara.

Dia menyampaikan, para pejabat dan ASN harus bisa memberikan kontribusi besar terhadap agama, bangsa dan negara dengan kerja yang maksimal. Tentu, sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing. Berkontribusi itu tidak harus menempati posisi tertentu di pemerintahan.

"Kalau saya ini meletakkan jabatan bupati, seperti orang pakai kumis ganteng, ya kumis pasangan saja. Saya tetap berkomitmen untuk tidak ada jual beli jabatan, karena kalau saya tidak melakukan itu berarti saya menelan ludah yang saya sudah buang sebagai wujud dari reformasi birokrasi ini harus terus berjalan" katanya, rabu (16/11/2022).

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam ini melanjutkan, pihaknya melakukan mutasi jabatan itu sebagai bagian dari ikhtiar membawa pemerintahan yang produktif dengan berbagai dinamikanya. Bahkan, terdapat isu destruktif dan ancaman lantaran adanya mutasi tersebut.

"Kenapa saya lakukan itu, karena saya harus menjadi negarawan. Apa bedanya negarawan dengan politisi, kalau politisi berpikir pemilu yang akan datang, kalau negarawan berpikir generasi yang akan datang. Kalau saya mencopot pak Totok, pak Alwi dan tidak diberikan posisi tertentu, oleh bupati setelah saya itu akan bilang dia bukan negarawan," jelasnya.

Dia mengajak para pejabat dan ASN secara umum untuk berkolaborasi demi keberlangsungan pembangunan Pamekasan. Jangan sampai berpikir tidak bisa berkontribusi untuk bangsa dan negara dengan alasan tidak memiliki jabatan di pemerintahan.

"Ayo berkontribusi, karena mati itu kapan saja. Karena mati kapan saja, maka hati kita jangan isi jabatan, kalau gusti Allah tidak ada di sini (hati, red), maka setelah selesai jabatannya, ya gelisah," tandasnya.

Bupati dengan sederet prestasi ini memungkasi, ASN telah disumpah untuk senantiasa mengabdikan diri kepada agama, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak bekerja maksimal demi kemajuan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).