diskominfo@pamekasankab.go.id
Jl. Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Jawa Timur.
Hadiri Rakor Penakib, Pj Sekda Pamekasan Ingatkan Pentingnya Bersinergi
Senin, 27 November 2023 734
Pemkab Pamekasan- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar rapat koordinasi dan evaluasi forum penurunan angka kematian ibu dan bayi (penakib) di Ballroom Hotel Cahaya Berlian, Jalan Raya Panglegur, Senin (27/11/2023).
Rapat tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Achmad Faisol, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat se Pamekasan, direktur rumah sakit se Pamekasan, kepala puskesmas se Pamekasan, dokter spesialis anak, dan beberapa pihak terkait lainnya.
Pj Sekda Pamekasan, Achmad Faisol saat memberikan sambutan menyampaikan, salah satu upaya dalam mempersiapkan generasi Indonesia emas pada tahun 2045 adalah menjaga kesehatan ibu dan bayi yang nota bene sebagai penerus perjuangan bangsa Indonesia.
Angka kematian ibu dan bayi di daerahnya masih menjadi perhatian serius, sebab tahun 2022 tercatat ada 30 kematian ibu, dan 53 kematian bayi. Tentu kondisi ini menjadi perhatian agar angka itu bisa ditekan semaksimal mungkin pada tahun 2023.
"Sementara sampai semester 3 tahun 2023 ini sudah tercatat 10 kematian ibu, dan 24 kematian bayi. Semoga angka ini tidak bergerak lagi agar tidak melampaui di tahun 2022," jelasnya.
Berdasarkan rapat evaluasi bersama, adapun faktor tingginya angka kematian ibu dan bayi di daerahnya ada tiga faktor, meliputi pendarahan 30 persen, pre/eklamsia 22 persen, dan ammenia sebanyak 11 persen dengan tempat kematian yang paling banyak di rumah sakit mencapai 69 persen, rumah pasien 15 persen, puskesmas 8 persen, dan di perjalanan sebanyak 8 persen.
"Analisa sementara dapat kita lihat bahwa ternyata sebagian faktor dari kematian ibu dan anak itu adalah terlambat, terlambat mengambil keputusan, terlambat merujuk, dan terlambat penanganan," tandasnya.
Pihaknya menyambut baik atas terlaksananya rapat koordinasi dan evaluasi penakib itu. Harapannya, semua pihak yang terlibat dapat memahami dan mengenali sebagian masalah dari faktor kematian ibu dan bayi tersebut.
"Pelibatan tim dan unsur yang beragam memerlukan semangat kebersamaan yang lebih tinggi, dan ego sektoral yang lebih rendah. Selanjutnya perlu dibangun sinergitas antar pelaku dan modernisasi sistem yang membuat pelayanan lebih cepat, hemat, ramah, dan bermanfaat," ungkapnya.
Dia menegaskan, Pemkab Pamekasan memilki banyak fasilitas yang dapat mendukung program untuk meminimalisir angka kematian ibu dan bayi tersebut. Diantaranya fasilitas mobil sigap, program Pamekasan Call Care (PCC), hingga puskesmas pembatu yang ada di desa desa.
"Ini perlu kerja sama seluruh unsur, bahasa yang sangat sederhana adalah sinergitas antar kita semua. Sinergitas ini sangat penting," tutup mantan Kepala Dispendukcapil Pamekasan tersebut.
BERITA LAINNYA
Bupati Pamekasan Ajak KONI Bersinergi Demi Prestasi Atlet
Kamis, 08 Januari 2026
Mahfud MD Kunjungi Pamekasan, Berikan Orasi Kebangsaan
Selasa, 06 Januari 2026
Apel Awal Tahun 2026, Pemkab Pamekasan Tekankan Inovasi ASN
Senin, 05 Januari 2026
Bupati Pamekasan Lantik 4.160 PPPK Paruh Waktu
Rabu, 17 Desember 2025
Sah! Bupati Pamekasan Lantik Taufikurrachman sebagai Pj Sekda
Kamis, 11 Desember 2025
Pemkab Pamekasan Gelar Pemusnahan Barang yang Menjadi Milik Negara Tahun 2025
Rabu, 10 Desember 2025
Apel Kebangsaan BNNP Jawa Timur Digelar di Lapangan Nagara Bhakti Pamekasan
Senin, 08 Desember 2025