kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

CALON PESERTA PELATIHAN USAHA GO ONLINE JALANI TES SWAB

Pemkab Pamekasan- Calon peserta pelatihan digital entreprenuership academy (DEA) mengikuti tes swab antigen di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (20/9/2021).

Pelatihan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dengan Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDMP) dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Surabaya tersebut menarik minat banyak masyarakat bumi Gerbang Salam yang memiliki keinginan mengembangkan usahanya melalui platform digital.

Buktinya, dari kuota 150 peserta, ternyata pendaftar mencapai lebih dari 200 orang. Para peserta yang dinyatakan lolos administrasi setelah mendaftar via online kepada panitia harus melakukan prosedur tes swab sebelum mengikuti pelatihan yang akan dimulai besok, Selasa (21/9/2021).

"Pada tahun 2021 kita menjemput bola untuk menggelar banyak pelatihan, karena di masa pandemi ini yang ruang geraknya terbatas dan daya beli masyarakat turun. Sehingga para pelaku usaha, UMKM, harus memiliki kemampuan lain untuk menjual hasil produksinya lebih masif lagi," ujar Kepala Bidang Pengelola Media dan Komunikasi Publik Diskominfo Pamekasan, Arif Rachmansyah, SSTP, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, adanya swab antigen sebelum pelaksanaan pelatihan itu untuk memastikan para calon peserta sedang tidak terpapar covid-19. Mereka yang dinyatakan positif berdasarkan tes swab tersebut secara otomatis akan diganti oleh peserta lain.

"Hari ini kita melaksanakan tes swab dan dua hari kedepan kita akan melaksanakan pelatihan dengan dua klasifikasi. Yang pertama, memulai berwirausaha secara digital dan kedua, wirausaha go digital, mengelola keuangan akses permodalan dan digital marketing untuk usaha anda," terangnya.

Dikatakan, pihaknya akan menampung calon peserta yang tidak masuk dalam kuota pelatihan tatap muka ini untuk diakomodir pada pelatihan tahap berikutnya. Rencananya, pelatihan tahap selanjutnya tersebut yang akan digelar secara online.

"Targetnya sekarang 150 orang, ternyata yang daftar 200an lebih. Pelatihan yang ini kan tatap muka, rencananya juga akan dilaksanakan secara online untuk menampung cadangan-cadangan yang sekarang tidak masuk. Kemungkinan dilaksanakan pada bulan november dengan jumlah peserta yang lebih banyak," pungkasnya.