kominfo@pamekasankab.go.id

Jl Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, jawa timur.

+62 324 322 868

Detail Berita

MAS TAMAM DUDUK LESEHAN BERSAMA SANTRI SAAT PERAYAAN HSN 2021

Pemkab Pamekasan- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam duduk bersama para santri saat perayaan hari santri nasional (HSN) 2021 di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Desa Angsanah Kecamatan Palengaan, Sabtu (16/10/2021) malam.

Perayaan HSN yang dikemas dengan pengajian akbar dan pelantikan pengurus cabang Nahdlatul Ulama masa khidmat 2021-2026 itu dihadiri oleh Rais Aam PBNU, KH. Miftahul Ahyar dan Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menghadiri acara tersebut didampingi Sekretaris Daerah, Totok Hartono, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (forkopimda), dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Saat memberikan sambutan, bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu berpamitan kepada para kyai yang ada di atas panggung untuk duduk di bawah panggung lesehan bersama para santri dan jama ah yang hadir.

"Abdhina (saya,red) santri, mestinya abdhina tojuk ekakdissah (saya duduk disana di bawah depan panggung)," kata bupati sembari menunjuk lokasi dimaksud.

Orang nomor satu di bumi Gerbang Salam itu mengaku tidak pantas duduk bersama para kyai lantaran dirinya masih berstatus santri.

"Karena kapasitas abdhina santri, maka tidak boleh berjejer dengan para alim dan para ulama. Mohon izin, setelah ini saya dengan pak sekda duduk di bawah," tandasnya.

Usai sambutan, Bupati Baddrut Tamam langsung turun dari atas panggung bersama sekda dan forkopimda menuju tempat di depan panggung sembari berbaur dengan para santri dan para pengurus lembaga di bawah naungan PCNU Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan lima program prioritas yang menjadi garapan pemerintah kabupaten, meliputi pendidikan, ekonomi, kesehatan, infrastruktur dan reformasi birokrasi, program tersebut semuanya mendorong untuk kemaslahatan ummat.

"Dari sisi kesehatan, mudah-mudahan NU segera memiliki rumah sakit di Kabupaten Pamekasan. Karena masa depan jalan menuju kebaikannya harus banyak. Pendidikan jalan, kesehatan jalan, ekonomi jalan, dan membangun atmosfer kesetiakawanan dalam beragama juga dorong untuk semakin kuat," ungkapnya.

Bupati dengan sederet prestasi ini mengatakan, pihaknya akan senantiasa mendorong atmosfer aswaja annahdliyah di daerahnya melalui program prioritas tersebut. Seperti beasiswa santri yang telah berjalan dalam dua tahun terakhir bekerja sama dengan puluhan pesantren mitra di Kabupaten Pamekasan

"Harapannya model pendidikan Annahdliyah bisa menjadi bagian model yang bisa dicontoh oleh pondok pesantren lain. Di sisi lain kita menyiapkan kader NU. Kita juga kerja sama dengan polda agar anak-anak santri bisa menjadi polisi," ujar dia.

Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini menambahkan, pihaknya akan mendorong program wirausaha baru (WUB) lahir dari anak muda NU dari bawah dan desa-desa di Kabupaten Pamekasan. Demikian juga dengan program prioritas lainnya bisa bermanfaat untuk masyarakat.

"Abdhina (saya,red) sebagai bupati hanya alat perjuangan dan pengabdian, tidak lebih dari itu. Jadi tidak perlu dipertahankan mati-matian, yang perlu diperjuangkan mati-matian bagaimana atmosfer amaliyah diniyah annahdliyah hidup di kabupaten ini," pungkasnya.