diskominfo@pamekasankab.go.id

Jl. Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Jawa Timur.

Detail Berita

Tidak hanya Olahraga, Bupati Pamekasan Komitmen Lestarikan Budaya

Kamis, 24 September 2026  23  

Pemkab Pamekasan- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Dr. KH. Kholilurrahman berkomitmen untuk melestarikan budaya yang telah menjadi kekayaan daerah.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di bumi Gerbang Salam tersebut saat menerima audiensi Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, keinginan DKP menjaga serta melestarikan budaya selaras dengan keinginan pemerintah daerah. Sehingga kesamaan persepsi itu harus disambut baik oleh pihak terkait dan masyarakat Pamekasan secara umum.

Bangsa yang besar, katanya, tidak lepas dari peran budaya yang terjaga dengan baik di dalamnya. Demikian juga sebaliknya, terdapat bangsa yang hancur lantaran tidak mampu melestarikan budayanya. 

"Tradisinya (tradisi bangsa Babylon) hilang, demikian pula hal-hal yang terkait dengan eksistensi bangsa Babylon. Sedikit demi sedikit lenyap, dan Babylon sendiri pada akhirnya bergabung dengan Irak. Sehingga sebutan Babylon tidak ada, yang ada adalah sebutan Irak," katanya mencontohkan.

Dalam kesempatan itu Kyai Kholil juga menambahkan, peristiwa yang terjadi kepada bangsa Babylon menjadi pelajaran berharga untuk bangsa lainnya. Khususnya Kabupaten Pamekasan yang kaya akan budaya, seni, bahasa dan lain sebagainya.

"Nah, kita ingin bahwa kita bagaimana tetap bisa bertahan bahasanya, kemudian budayanya, dan lain-lain, sehingga dengan demikian bisa tetap eksis," tandasnya.

Mantan anggota DPR RI ini menegaskan, pihaknya juga memiliki komitmen kuat memajukan dunia olahraga, tidak sebatas sepak bola, melainkan olahraga lain yang telah tumbuh dengan baik.

Adapun cabang olahraga yang tumbuh dan memiliki organisasi di Pamekasan diantaranya Ikatan Motor Indonesia (IMI), Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi), Asosiasi Sepak Bola Amputasi Indonesia, dan cabang olahraga lainnya.

"Panahan sudah ada, kemudian Perbakin juga sama. Ini akan kita hidupkan semua, sehingga dengan demikian Pamekasan menjadi semarak. Ketika Pamekasan sudah semarak akan menjadi pusat kunjungan minimal di Jawa Timur kalau tidak di nasional," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DKP, Arief Wibisono mengungkapkan, pihaknya tengah merumuskan naskah untuk mengubah Dewan Kesenian Pamekasan menjadi Dewan Kebudayaan Pamekasan. Sebab, kebudayaan memiliki cakupan yang lebih luas dibanding kesenian.

Dalam merumuskan naskah tersebut, lanjut dia, pihaknya menggandeng akademisi dan tokoh adat, mengingat hal itu membutuhkan kajian panjang oleh pihak yang berkompeten.

"Kalau sudah rampung mungkin kami akan menghadap karena memang ada beberapa etape proses yang harus kami sesuaikan lagi, terutama dengan kaum akademisi, dengan tokoh adat, karena kita ketika membangun sebuah ruang dewan kebudayaan itu juga harus diisi oleh orang-orang yang berkompeten," tegasnya.

 

Dokumentasi Kegiatan