diskominfo@pamekasankab.go.id
Jl. Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Jawa Timur.
Baddrut Tamam : Saya Cukup Merasa Menjadi Pelayan Rakyat
Rabu, 06 Juli 2022 753
Pemkab Pamekasan- Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengajak semua stake holder bekerja sama berkontribusi untuk kemajuan bangsa dan negara sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
Menurutnya, seseorang tidak boleh merasa lebih penting perannya dalam memajukan organisasi, atau bahkan bangsa dan negara. Karena merasa lebih penting itu tidak akan bisa membawa kemajuan, melainkan justru membawa kerusakan, termasuk menjadi bupati.
"Saya tidak memilih diksi perintah kepada kepala dinas, dan saya paling tidak suka disebut kanjeng, saya lebih suka disebut Baddrut Tamam saja. Karena ketika kita merasa itu awal kerusakan," tegasnya, senin (4/7/2022).
Bupati murah senyum ini menambahkan, merasa lebih penting dari yang lain itu merupakan penyakit hati yang harus dibuang jauh-jauh. Karena hal tersebut akan menghambat terhadap keberlangsungan hidup dan pembangunan sebuah daerah.
"Merasa bupati akan menganggap semua orang di bawahnya, merasa pejabat akan menganggap di bawahnya adalah staf, merasa kaya akan malas bertemu dengan orang miskin, merasa miskin akan inferior malu bertemu dengan orang kaya, merasa pintar akan malas bertemu dengan orang bodoh, merasa paling paham tentang nilai akan malas bertemu dengan orang yang dianggap tidak paham nilai, merasa terhormat akan merasa harga dirinya turun ketika tidak dicium tangannya, saya cukup merasa menjadi pelayan rakyat Kabupaten Pamekasan," tandasnya.
Dia menegaskan, jabatan seseorang bukanlah barometer mereka disebut terhormat, tetapi mereka yang mampu berkontribusi untuk lingkungan sekitar, atau berkontribusi untuk kemajuan organisasi, bangsa dan negara yang lebih layak disebut terhormat.
"Karenanya, di internal pemerintahan saya sering menyampaikan tidak ada yang lebih terhormat diantara kita, yang membuat kita terhormat karena konsistensi dan komitmen bekerja baik untuk kebaikan," ungkapnya.
Dia memungkasi, jabatan yang diemban seseorang akan dipertanggungjabawab saat mereka purna jabatan, dan yang lebih penting lagi di hadapan Allah SWT kelak. Oleh karena itu, selama mengemban amanah menjadi apapun harus mampu berkontribusi positif.
"Jabatan bupati ini seperti orang laki-laki memakai kumis palsu, betapapun perjuangan di era distrubsi dan post truth ini tidak mudah, ini era ketidak pastian, dan kita sebagai bagian dari sub ordinasi dan sub kultur kehidupan kita harus bisa memberi kontribusi positif," pungkasnya.
BERITA LAINNYA
Apresiasi Pamekasan Economic Fest 2026, Bupati Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Rabu, 10 Juni 2026
Pemkab Pamekasan Akan Rancang Wisata Halal
Selasa, 09 Juni 2026
Pemkab-Pemdes dan Peguyuban Teken MoU Pengelolaan Wisata Jumiang
Senin, 08 Juni 2026
Pamekasan Kembali Raih WTP, Bupati Kholil Pertahankan Capaian ke 12
Sabtu, 30 Mei 2026
Disdikbud Pamekasan Sosialisasikan Penerbitan Ijazah Elektronik
Selasa, 26 Mei 2026
Bupati Pamekasan Meraih Penghargaan Prestisius dari Mendikdasmen RI
Selasa, 26 Mei 2026
Harkitnas 2026, Bupati Pamekasan : Mari Bangkit, Malu Datang Terlambat
Kamis, 21 Mei 2026