diskominfo@pamekasankab.go.id
Jl. Jokotole Gg IV No.01 Pamekasan, Jawa Timur.
PRODUK UMKM PAMEKASAN EKSPOR KE TURKI, BUPATI MINTA IKUTI HUKUM PASAR GLOBAL
Kamis, 16 Desember 2021 2.360
Pemkab Pamekasan- Sejumlah produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai merambah pasar internasional setelah adanya lima produk olahan dan kerajinan akan ekspor ke negara Turki. Lima produk tersebut meliputi Teri Crispy, Sambel Petis Madura, Peyek Cumi, Kopi Rempah, dan Batik khas Pamekasan.
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, pihaknya harus banyak belajar tentang strategi ekspor barang agar produknya mampu bersaing di pasar Internasional, tidak hanya sekadar ekspor, namun penjualannya harus menjanjikan.
Selain itu, katanya, produk UMKM yang akan diekspor ke Turki atau ke negara lainnya mengikuti hukum pasar global guna mengantisipasi terjadinya klaim produk, serta kekhawatiran lain yang justru merugikan Indonesia dan pelaku usaha secara khusus.
"Karena ada beberapa produk lokal Indonesia dikirim ke negara tertentu, kemudian dikirm lagi ke Indonesia menjadi made in negara tertentu. Hitungannya bukan rupiah lagi, tapi dolar," katanya, Rabu (15/12/2021).
Bupati yang akrab disapa Mas Tamam tersebut menjelaskan, salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi klaim produk tersebut dengan memberikan merk atau made in Indonesia, bukan lagi nama daerah atau bahkan nama desa yang sangat mudah mengelabuhi perdagangan internasional.
Pihaknya juga mendorong pertumbuhan ekonomi tidak hanya produk olahan, melainkan handy carv yang juga mampu bersaing di pasar dunia. Seperti produk batik Pamekasan yang telah banyak diminati oleh masyarakat global, bahkan batik khas bumi Gerbang Salam tersebut akan tampil di pagelaran New York Fashion Amerika Serikat awal tahun 2022.
Dia menekankan, pelaku usaha harus bisa mengikuti keinginan pasar dalam memasarkan produknya. Termasuk produk batik Pamekasan yang memerlukan banyak inovasi, serta perbaikan motif supaya mampu berekspansi dengan baik.
"Bisnis itu ikut pasar, jangan ikut sesuai dengan keinginan diri sendiri, kalau pasarnya warna putih jangan memaksa diri untuk menjual warna hitam. Jangan sampai mengatakan, ini soal prinsip hidup harus menjual warna hitam, oke prinsipnya dilaksanakan, tapi warna putihnya lebih banyak," tandasnya.
Dia berharap, ekspor produk UMKM Pamekasan tersebut berjalan lancar sesuai keinginan bersama. Karena kesuksesan ekspor produk juga menjadi kebanggaan pemerintah kabupaten yang telah melakukan pendampingan untuk pengembangan usaha mereka.
"Kalau kita memaksakan tidak ikut pasar, maka kita akan mendapatkan prinsip tidak akan mendapatkan uang. Karena bisnis itu ingin mendapatkan uang sebanyak banyaknya dengan modal sekecil keceilnya," pungkasnya.
BERITA LAINNYA
HUT ke-81 RI Meriah, Pemkab Pamekasan Gelar Lomba Memasak Antar Kepala OPD
Kamis, 06 Agustus 2026
Bupati Pamekasan Hadiri Pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia
Senin, 03 Agustus 2026
Bupati Pamekasan Mutasi 85 Pejabat, Pastikan sesuai Kompetensi
Sabtu, 01 Agustus 2026
Diskominfo Pamekasan Latih Siswa Public Speaking dan Konten Publik
Kamis, 30 Juli 2026
Bupati Pamekasan Ajak AJP Kolaborasi Jaga Budaya Literasi
Senin, 27 Juli 2026
Bupati Pamekasan Lepas JJS Harkopnas ke 79, Masyarakat Antusias
Senin, 27 Juli 2026
Bupati Pamekasan Dampingi Gubernur Jatim Buka Bazar Koperasi dan UMKM
Selasa, 21 Juli 2026